Stop Kekerasan!

(Tulisan ini aku buat pada tanggal 23 Agustus 1994, yup… Aku masih kecil waktu itu, gak tahu waktu itu ada moment perang apa, lo gak salah moment perang teluk kali, ya… tapi coba dibandingin ma kondisi Indonesia saat ini, ironis banget, mpe miris aku liat beritanya, mungkin tulisan inilah yang mampu merefleksikan keadaan mereka)

Jalan-jalan penuh kekerasan, tak peduli dunia tlah hampa. Panas oleh matahari yang mengangah, hidup yang serasa hampa tanpa kasih, hidup akan sepi tanpa sayang, udara semakin berasap.

Tangis mereka makin menjadi. Mata-mata bening tanpa dosa memandangi mayat ayah atau ibunya, namun mereka hanya diam.

Mereka tak tahu Ibunya tak kan bangun, mengira ayahnya terlelap dalam tidur. mereka tak kan dapat mengerti walau pun beribu orang menangisi dan memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka terlalu muda untuk menyadari.

Bibir mereka terkatup, tidak berkata namun juga tidak diam.

Inikah dunia? Siapkah kita hadir di dalamnya?

Mayat-mayat bergelimpangan. Tak ada liang tuk berkubur, tak ada kubur tuk diziarahi. Angin berdesir, bau darah tercium, bau bangkai busuk terbang. Mereka tetap duduk bersimpuh dengan bibir terkatup. Tidak berkata, namun juga tidak diam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s