Langit, kenapa ku selalu tertarik padamu?

Saat dunia memandang sinis, aku menengadah. Saat dunia berpaling, aku pun menengadah. Bahkan saat dia mencaci maki, aku tetap menengadah. Berharap dukungan langit memihak.

Langit, kau lah penentu. Dengan sifat agungmu dan welas asih, terimalah keegoisanku. Langit, kau lah penentu, saat dunia mencaciku, hiburlah tangis yang penuh ratap. Saat dunia berpaling, pandanglah aku dengan belai lembutmu. saat dia memandang sinis, tetaplah di sisiku.

Bertahanlah dengan keegoisanku. terpakulah dengan ambisiku, karena kau lah penentu dan aku percaya padamu.

Langit, terimalah ratapan ini.

dariku, yang sendiri di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s